Usaha Modal Kecil di Desa, Prospek, Contoh & Strategi Sukses

Usaha Modal Kecil di Desa

Usaha Modal Kecil di Desa – Kembali menjadi sorotan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Seperti yang kita ketahui, tingkat pengangguran dan kemiskinan masih menjadi masalah serius di Indonesia terutama di desa-desa yang memiliki keterbatasan infrastruktur serta minimnya sumber daya manusia yang mencapai pendidikan tinggi.

Namun, tantangan tersebut tidak menjadi halangan bagi para pelaku usaha yang memiliki semangat serta kreativitas untuk memanfaatkan potensi yang ada. Beberapa potensi usaha yang bisa dimiliki di desa antara lain adalah pertanian, peternakan, perikanan, dan usaha kecil lainnya seperti industri kecil rumahan.

Dari beberapa jenis usaha tersebut, industri kecil rumahan merupakan pilihan yang paling cocok untuk dilakukan oleh masyarakat. Alasan mengapa usaha kecil rumahan ini menjadi pilihan adalah biaya modal yang terjangkau, fleksibilitas waktu, penggunaan teknologi sederhana, serta dapat dilakukan bersama-sama dalam kelompok atau komunitas.

Untuk itu bagi kamu yang mungkin ingin mencoba peruntungan di sektor bidang usaha modal kecil di Desa. Mungkin penjelasan berbagai macam hal penting di bawah ini akan menjadi modal awal untuk kamu meningkatkan kembali semangat untuk bisa meningkatkan taraf hidup di desa. Jadi silahkan simak penjelasan lengkap yang akan stkipmktb.ac.id sampaikan di bawah ini.

Prospek Usaha Modal Kecil di Desa

Meski bisa dibilang modal yang dikeluarkan saat awal membangun sebuah usaha tergolong kecil. Namun jika hal ini ditekuni secara maksimal, tidak menutup kemungkinan kamu bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Hal ini bahkan sudah dicontohkan oleh beberapa kelompok usaha di desa-desa seluruh Indonesia.

Sebagai contoh, di salah satu desa di kabupaten Yogyakarta, terdapat sebuah kelompok usaha kecil yang berhasil menciptakan produk bernilai jual tinggi dengan modal awal yang cukup minim. Mereka mengambil inspirasi dari potensi alam yang ada disekitar mereka untuk di jadikan sebagai bahan usaha modal kecil.

Seperti contohnya tanaman aloevera, tanaman yang selama ini sering disepelekan namun memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan. Dengan modal kurang dari 1 juta rupiah, mereka mulai memproduksi sabun dan salep Aloe Vera yang dijual dengan harga bersaing di pasaran.

Kreativitas dan kesadaran dalam memanfaatkan potensi lokal akan terus membawa lapangan pekerjaan baru serta membuka peluang bagi pengembangan ekonomi masyarakat desa. Dan bicara mengenai hal tersebut, setidaknya saat ini terdapat banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai sebuah usaha kecil di desa.

Seperti halnya pengetahuan tentang pasar dan kebutuhan masyarakat, kemampuan berkomunikasi serta negosiasi, serta memanfaatkan teknologi yang tepat guna agar dapat bersaing di pasar global. Namun, dengan semangat yang tinggi serta kerja keras, keuntungan akan menjadi satu diantara hasil yang dahsyat bagi para pelaku usaha kecil rumahan di desa.

Berbagai Keuntungan Usaha Modal Kecil di Desa

Keuntungan Usaha Modal Kecil di Desa

Dengan kita bisa memaksimalkan sektor geografis yang ada di sekitar desa, tentunya bukan hanya nilai ekonomis yang bisa kita dapatkan dalam usaha tersebut. Melainkan juga akan banyak mendatangkan berbagai macam jenis keuntungan lain.

Nah bicara tentang keuntungan tersebut, berikut mungkin beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan ketika memulai usaha dengan modal kecil di desa dengan memanfaatkan sumber daya alam maupun hal-hal lain yang ada di sekitar lingkungan desa.

1. Meningkatkan Keterampilan & Pengembangan Produk Unggulan

Usaha modal kecil di desa memerlukan keterampilan dan produk unggulan yang berkualitas agar bisa bersaing di pasaran lebih baik. Peningkatan keterampilan dan pengembangan produk unggulan sangat penting untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing usaha kecil di desa.

Dalam hal ini, pemerintah daerah bisa memberikan pelatihan terhadap keterampilan tertentu pada warga desa, misalnya dalam bidang pertanian, pengolahan makanan, atau kerajinan tangan. Pelatihan tersebut bisa berupa pelatihan teknis, pelatihan manajemen, atau bahkan pelatihan pemasaran.

Hal ini akan membantu para pelaku usaha kecil di desa untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menghasilkan produk unggulan yang berkualitas. Hasil dari pelatihan ini bisa berupa cara untuk mengoptimalkan produksi, cara memasarkan produk, atau bahkan jenis produk baru yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

2. Mendorong Aktifnya Koperasi & Kelompok Usaha Bersama

Usaha modal kecil di desa bisa ditingkatkan dengan membentuk koperasi dan kelompok usaha bersama. Koperasi dan kelompok usaha bersama memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan usaha kecil di desa. Dengan bermodal kecil, bisnis yang berdiri sendiri mungkin sulit bertahan dan berkembang.

Namun, dengan bergabung dalam koperasi atau kelompok usaha bersama, usaha kecil dapat berkembang lebih besar. Koperasi dan kelompok usaha bersama dapat meningkatkan daya saing usaha kecil di desa, serta memperkuat posisi usaha tersebut dalam persaingan pasar yang semakin ketat.

Dengan membentuk koperasi dan kelompok usaha bersama di desa dapat memperkuat posisi usaha kecil di pasar. Pelaku usaha kecil di desa dapat membangun jaringan kerja sama dan saling membantu untuk mengatasi berbagai masalah usaha. Selain itu, koperasi dan kelompok usaha bersama dapat memberikan akses yang lebih besar ke pasar dan sumber daya.

3. Memanfaatkan Potensi Lokal sebagai Peluang Usaha

Usaha modal kecil di desa bisa jadi sangat menjanjikan. Hal itu bisa terjadi karena desa punya potensi lokal yang cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai peluang bisnis. Maka, tak heran jika usaha modal kecil di desa kian diminati oleh banyak kalangan.

Sebab, selain bisa memberikan keuntungan, usaha tersebut juga bisa menjadi bentuk kontribusi dalam mengembangkan desa itu sendiri. Maka dari itu, jika kamu berencana membangun sebuah usaha di desa, setidaknya perlu mencari info terkait tips & kiat suksesnya.

Contoh Usaha Modal Kecil di Desa

Contoh Usaha Modal Kecil di Desa

Jika sudah tahu apa saja keuntungan serta bagaimana prospek usaha modal kecil di desa seperti apa yang sudah kami sampaikan di atas. Mungkin kamu yang saat ini ingin mencoba melakukan pembentukan kelompok usaha di desa bisa melihat beberapa contoh usaha modal kecil berikut ini untuk kamu terapkan di kelompok tersebut.

Jenis UsahaModal AwalPeluang Keuntungan
Budidaya Ayam Potong5-10 Juta20-30%
Pembuatan Produk Olahan2-3 Juta30-50%
Kebun Durian8-10 Juta20-25%
Budidaya Ikan LeleRp 5.000.000Rp 3.000.000 /bulan
Bengkel MotorRp 8.000.000Rp 5.000.000 /bulan
Pembuatan Kerajinan TanganRp 3.000.000Rp 2.000.000 /bulan
Budidaya Tanaman HidroponikRp 10.000.000Rp 7.000.000 /bulan

Rincian tabel usaha modal kecil di atas hanya sebagai ilustrasi, karena kemungkinan ada beberapa perbedaan yang bisa terjadi di setiap desa / kelompok.

Dari beberapa contoh di atas, Usaha budidaya ayam potong bisa sangat menjanjikan karena desa biasanya punya penduduk yang membutuhkan daging ayam dalam jumlah banyak. Selain itu, ayam potong juga harganya cukup stabil di pasaran sehingga hasil budidaya bisa dipastikan cukup baik.

Pembuatan produk olahan seperti keripik tempe atau dodol juga bisa menjadi usaha modal kecil di desa yang menjanjikan. Karena produk olahan tersebut biasanya memiliki daya tahan yang cukup lama, maka bisa dijual ke toko-toko di luar kota. Ini tentunya bisa memberikan keuntungan yang cukup besar.

Sementara, usaha kebun durian juga bisa sangat menguntungkan. Jenis buah yang satu ini sangat disukai oleh banyak orang, sehingga permintaannya cukup besar. Jika berhasil menjalankan usaha kebun durian dengan baik, keuntungan bisa mencapai 20-25 persen.

Selain itu pembuatan kerajinan tangan seperti halnya papan bunga rustic juga memungkinkan kamu bisa mendapatkan keuntungan yang menarik. Pasalnya usaha jenis ini kini makin banyak diminati oleh sebagian besar kalangan masyarakat untuk kebutuhan acara tertentu.

Strategi Usaha & Berbisnis di Desa

Meski punya modal kecil, bukan berarti bisnis di desa tidak menghadapi risiko. Apapun usaha / bisnis yang ada tentu akan punya resiko, maka dari itu mendalami berbagai macam hal yang terkait dengan usaha / bisnis kamu akan menjadi hal penting sebagai modal awal.

Selain itu hal penting lain yang juga perlu digarisbawahi adalah strategi. Oleh sebab itu, strategi bisnis yang tepat tentu tetap diperlukan. Dan bila kita bicara masalah strategi, berikut beberapa tips untuk berbisnis di desa:

  • Pahami kondisi pasar
  • Gunakan sumber daya lokal
  • Pilih produk yang memiliki nilai jual tinggi
  • Pasarkan produk secara online
  • Gunakan media sosial untuk branding

Memahami kondisi pasar bisa menjadikan bisnis berjalan dengan lancar dan sukses. Cobalah membuat survei terhadap produk yang diminati masyarakat sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, sumber daya lokal yang ada di desa bisa dimanfaatkan untuk menekan biaya produksi seperti membeli bahan baku langsung dari petani

Memilih produk yang diminati pasaran juga sangat penting. Misalnya saja, ketika ada musim buah durian, menjual durian segar maupun olahannya bisa menjadi peluang usaha. Selain itu, memasarkan produk secara online, bisa menjadi alternatif untuk mencapai pasar yang lebih luas di luar desa. Gunakan media sosial untuk menjual produk atau membangun branding supaya konsumen memiliki kepercayaan tinggi terhadap produk yang dijual

Dengan memanfaatkan strategi tersebut, diharapkan usaha modal kecil di desa bisa berkembang dan semakin menguntungkan. Selain itu, bisnis-bisnis tersebut juga bisa menjadi peluang untuk membuka lapangan kerja di daerah sekitar dan memajukan perekonomian desa.

Tips Mempercepat Peningkatan Usaha / Bisnis di Desa

Dalam berbagai macam jenis usaha jelas kita perlu menerapkan banyak tips yang mungkin kita dengar, lihat atau sudah dipikirkan sebelumnya. Hal ini bertujuan agar prospek usaha modal kecil di desa yang sedang kamu bangun bisa menjadi lebih berkembang.

Nah terkait masalah tips yang bisa digunakan, berikut ini sudah kami siapkan beberapa tips untuk dapat kamu terapkan guna mempercepat peningkatan usaha / bisnis di desa.

1. Perluas Jaringan Eksternal

Perluas Jaringan Eksternal

Usaha modal kecil di desa memerlukan dukungan dari pihak eksternal agar bisa berkembang dan sukses. Beberapa pihak eksternal tersebut antara lain bank, lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dan investor. Berikut adalah beberapa cara menjalin hubungan dengan pihak eksternal untuk mendapatkan dukungan.

  • Berkomunikasi dengan Bank

Bank merupakan salah satu pihak eksternal yang dapat membantu usaha modal kecil di desa dengan memberikan akses ke fasilitas pinjaman modal usaha. Namun, untuk dapat memperoleh pinjaman dari bank, usaha kecil harus memenuhi beberapa syarat yang ditetapkan oleh bank.

Untuk itu, penting bagi pengusaha untuk menjalin hubungan baik dengan pihak bank. Caranya, ajak petugas bank untuk berkunjung ke usaha kecil kamu dan tunjukkan bahwa usaha memiliki potensi untuk berkembang. Selain itu, coba gunakan kredit / pinjaman bank agar bank semakin percaya pada usaha kamu.

  • Berkolaborasi dengan Lembaga Pemerintah

Lembaga pemerintah, seperti dinas koperasi, dinas pertanian, dan dinas perindustrian, dapat membantu usaha kecil di desa dengan memberikan akses ke pelatihan, pendidikan, program bantuan, atau fasilitas lainnya. Untuk dapat memperoleh bantuan dari pemerintah, pengusaha kecil harus memiliki izin usaha yang sah dan memenuhi beberapa syarat tertentu.

Oleh karena itu, penting bagi usaha kecil untuk menjalin hubungan baik dengan lembaga pemerintah setempat. Caranya, aktif mengikuti kegiatan atau program yang diadakan oleh lembaga pemerintah dan menunjukkan hasil dari usaha kecil yang dijalankan.

  • Membentuk Organisasi Masyarakat

Organisasi masyarakat dapat membantu usaha kecil di desa dengan memberikan akses ke jaringan yang lebih luas, pelatihan, pendidikan, atau fasilitas lainnya. Penting bagi usaha kecil untuk bergabung dengan organisasi masyarakat agar dapat memperoleh dukungan dari anggota organisasi.

Caranya, aktif mengikuti kegiatan atau program yang diadakan oleh organisasi masyarakat dan berpartisipasi dalam kegiatan untuk memperkenalkan usaha kecil kamu kepada anggota organisasi.

  • Mencari Investor

Investor dapat membantu usaha kecil di desa dengan memberikan modal usaha atau investasi agar usaha dapat berkembang dengan lebih cepat. Namun, untuk dapat memperoleh investasi dari investor, usaha kecil harus memiliki potensi yang menjanjikan dan mampu memberikan keuntungan bagi investor.

Oleh karena itu, penting bagi pengusaha kecil untuk mencari investor yang tepat dengan cara memperkenalkan usaha kecil kepada investor atau mengikuti program kegiatan atau program yang diadakan oleh investor. Dalam mencari investor, perlu diperhatikan juga harga jual produk yang dihasilkan.

Untuk memfasilitasi hal ini, dapat melakukan riset terlebih dahulu tentang harga pasar produk yang dihasilkan dan menghitung cost breakdown-nya. Dalam mendapatkan investor juga memerlukan tabel harga yang rinci, seperti harga beli terhadap setiap komponen usaha dan harga jual produk akhir.

Dan bila kamu sudah menemukan investor yang cocok dengan lini bisnis kamu, maka kamu bisa mencoba membuat proposal pengajuan modal usaha ke Investor tersebut agar mereka bisa menanam saham di usaha / bisnis kamu.

2. Gunakan Teknologi Untuk Meningkatkan Efisiensi

Gunakan Teknologi Untuk Meningkatkan Efisiensi

Dalam era digital seperti sekarang, penggunaan teknologi memainkan peran penting dalam mengoptimalkan potensi dari bisnis usaha kecil di desa. Selain mampu meningkatkan efisiensi, teknologi juga dapat membuka peluang pasar yang lebih luas. Beberapa teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam usaha modal kecil di desa adalah sebagai berikut:

  • Aplikasi Kasir

Aplikasi kasir adalah salah satu tool yang wajib dimiliki bagi bisnis dalam mengelola transaksi keuangannya. Dengan aplikasi kasir, proses transaksi akan lebih mudah, cepat, dan tercatat dengan baik.

Selain itu, aplikasi kasir juga memungkinkan bisnis untuk mendapatkan analisis keuangan yang lebih detail. Dan sebagai contoh, berikut ini adalah modal / biaya yang perlu kamu keluarkan untuk bisa menggunakan aplikasi kasir.

Nama AplikasiHarga
CashlezRp 25.000/bulan
MokaposRp 49.000/bulan
Pos BillingRp 40.000/bulan
  • Pemasaran Digital

Pemasaran digital dapat membantu bisnis usaha kecil di desa untuk meningkatkan kemampuan untuk menjangkau konsumen di luar wilayah bisnis. Beberapa cara pemasaran digital yang efektif antara lain websites, sosial media, dan iklan digital yang disesuaikan dengan segmentasi pelanggan.

Dan berikut adalah rincian biaya untuk memanfaatkan pemasaran digital di era sekarang.

Jenis Media DigitalKeteranganBiaya
WebsitesMembuat website dengan kualitas tinggi yang dapat mempromosikan bisnis online.Rp3 – Rp7 Juta
Sosial MediaMenggunakan media sosial yang sesuai dengan target pelanggan.GRATIS
Iklan DigitalMenempatkan iklan di platform digital untuk meningkatkan jangkauan konsumen.Mulai dari Rp1 juta
  • Manajemen Stok

Manajemen stok merupakan salah satu faktor penting dalam bisnis usaha kecil di desa. Dengan memanfaatkan teknologi, manajemen stok dapat dilakukan dengan lebih efektif dan mudah. Beberapa aplikasi untuk manajemen stok adalah sebagai berikut:

Nama AplikasiHarga
TradeGeckoMulai dari Rp 1.500.000/bulan
DEAR InventoryMulai dari Rp 600.000/bulan
Zoho InventoryMulai dari Rp 2.000.000/tahun
  • Sistem Keamanan

Sistem keamanan sangat penting dalam melindungi bisnis usaha kecil di desa dari berbagai risiko, seperti perampokan, pencurian, dan kehilangan data. Beberapa teknologi keamanan yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut:

Nama TeknologiPenjelasanHarga
CCTVMerekam kejadian di area bisnis untuk kontrol dan alat bukti.Rp 2.500.000 – Rp 4.500.000
Alarm Anti MalingMengirim alarm ketika terjadi invasi, dengan memberikan reaksi langsung pada keadaan darurat.Mulai dari Rp 500.000
Software KeamananMenjaga keamanan data transaksi dan mengantisipasi serangan hacker.Mulai dari Rp 500.000
  • Fasilitas Pengiriman

Untuk bisnis yang mengirimkan barang, fasilitas pengiriman menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan efisiensi. Beberapa layanan pengiriman yang dapat dimanfaatkan bisnis usaha kecil di desa adalah sebagai berikut:

Nama LayananPenjelasanHarga
JNELayanan kurir nasional dengan jangkauan yang luas baik dalam negeri maupun luar negeri.Mulai dari Rp 9.000
J&T ExpressLayanan pengiriman paket cepat dengan aplikasi tracking.Mulai dari Rp 12.000
GO-SENDLayanan kurir pengiriman barang menggunakan aplikasi GO-JEK.Mulai dari Rp 10.000

Dalam memilih teknologi yang tepat, bisnis usaha kecil di desa harus mempertimbangkan faktor biaya dan keuntungan jangka panjang. Karena itulah, penting untuk melakukan riset sebelum memilih teknologi yang akan digunakan.

3. Menerapkan Strategi Pemasaran yang Tepat & Berkesinambungan

Strategi pemasaran yang tepat dan berkesinambungan sangat penting bagi usaha modal kecil di desa. Sebagai pemilik usaha, kamu harus dapat memperhatikan dan memperhitungkan target pasar yang akan dituju, serta menentukan harga secara cerdas dan kompetitif.

Dimana saat memasarkan produk atau jasa, kamu harus mampu memberikan kesan bahwa usaha kamu adalah yang terbaik. Jika pelanggan puas dengan produk atau jasa yang kamu tawarkan, maka mereka akan memberikan testimonial positif yang akan menjadi keunggulan bagi usaha kamu.

4. Mengoptimalkan Sumber Daya yang Ada untuk Mengurangi Biaya Produksi

Di desa, kebutuhan hidup sehari-hari seperti ketersediaan pangan, air bersih, dan kesempatan dalam mencari penghasilan menjadi bagian penting dalam menunjang kehidupan. Oleh sebab itu, usaha dengan modal kecil menjadi pilihan utama bagi masyarakat pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Untuk dapat meminimalisasi biaya dan meningkatkan efisiensi produksi, pemakaian sumber daya yang ada di sekitar harus dioptimalkan secara tepat. Nah, berikut ini adalah beberapa tips mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mengurangi biaya produksi:

  • Pemanfaatan Lahan dan Lingkungan sekitar

Para pengusaha kecil di pedesaan dapat memanfaatkan lahan dan lingkungan sekitar sebagai sumber daya produksi. Misalnya, dengan membuat kebun sayur di lokasi kebun milik pribadi atau mengolah sisa produksi peternakan sebagai pupuk tanaman. Cara ini dapat mengurangi biaya pengeluaran dan meningkatkan produktivitas yang dihasilkan.

  • Penggunaan Tenaga Kerja Lokal

Mempekerjakan tenaga kerja lokal akan berdampak pada pengurangan biaya produksi, karena tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan seperti fasilitas transportasi dan akomodasi. Selain itu, dengan memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat setempat, akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usaha yang dijalankan.

  • Memanfaatkan Bahan Baku Lokal

Menemukan sumber bahan baku yang murah dan mudah didapatkan dapat menurunkan biaya produksi. Masyarakat desa dapat memanfaatkan sumber daya lokal seperti pohon kelapa, tandan buah sawit, bahan baku pertanian dan ternak lokal, dan keterampilan lain yang ada di lingkungan sekitar.

  • Mengembangkan Produk Diversifikasi

Dalam rangka meningkatkan cash flow dan menanggulangi resiko pasar, pengusaha kecil dapat memanfaatkan sumber daya yang ada untuk membuat produk baru atau mengembangkan produk yang telah ada.

Hal ini dapat membantu mereka memperoleh keuntungan yang lebih besar dan meningkatkan daya saing produk mereka di pasar, serta membantu meningkatkan tingkat perekonomian daerah.

Akhir Kata

Dari pembahasan diatas, usaha modal kecil di desa memang memiliki potensi besar untuk dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat desa. Selain dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi, usaha modal kecil di desa juga dapat membuka lapangan pekerjaan dan berperan dalam pengembangan ekonomi wilayah.

Namun, untuk membuat usaha modal kecil di desa menjadi lebih berkembang dan berkelanjutan, diperlukan dukungan dan fasilitas dari pemerintah dan juga partisipasi aktif dari masyarakat desa itu sendiri. Sekian dan semoga ulasan di atas bisa membantu serta bisa menjadi referensi menarik.

Bagikan: