10 Cara Mengatasi Rembesan Air di Lantai, 100% Ampuh!!

Cara Mengatasi Rembesan Air di Lantai

Cara Mengatasi Rembesan Air di Lantai – Rembesan air di lantai memang sering menjadi masalah yang tidak diinginkan bagi setiap pemilik rumah atau gedung. Selain dapat mengganggu kenyamanan, hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur bangunan, contohnya seperti karat pada besi atau kerusakan pada dinding.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara mengatasi rembesan air di lantai dengan tepat. Apabila tidak segera diatasi, rembesan air di lantai dapat menyebabkan dampak yang cukup besar terutama pada bangunan yang sudah lama berdiri atau kondisinya dirawat dengan tidak baik.

Salah satu penyebab utama rembesan air di lantai adalah adanya kebocoran pipa atau atap, serta saat cuaca buruk seperti hujan lebat atau angin kencang. Kondisi ini, jika tidak segera diperbaiki, dapat memicu kerusakan yang lebih serius.

Namun, untuk mengatasi rembesan air di lantai, bukan hanya sekedar menutupi sumber kebocoran, namun juga harus memperbaiki akar permasalahannya. Berikut ini stkipmktb.ac.id telah merangkum bagai mana Cara Mengatasi Rembesan Air di Lantai.

Identifikasi Penyebab Rembesan Air

Identifikasi Penyebab Rembesan Air

Rembesan air di lantai sering kali menjadi masalah di rumah Anda karena dapat merusak interior rumah dan termasuk ke dalam bencana alam kecil yang bisa terjadi kapan saja. Sebelum mengetahui cara mengatasi rembesan air di lantai, Anda perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan rembesan air di lantai dan tips untuk mengatasinya.

1. Atap Bocor

Atap rumah yang bocor dapat menyebabkan rembesan air di lantai. Karena air hujan menetes melalui bocoran atap dan kemudian menembus langit-langit rumah sampai ke lantai. Pastikan atap rumah Anda dalam kondisi yang baik dan tidak ada bocoran.

2. Talang Rusak

Talang yang rusak atau mampet juga dapat menyebabkan rembesan air ke dalam rumah. Air hujan yang tertahan di dalamnya tidak dapat mengalir dengan baik dan akhirnya berjatuhan di sekitar lantai. Pastikan talang rumah Anda dalam kondisi yang baik dan teratur dibersihkan.

3. Pipa Bocor

Pipa bocor merupakan salah satu faktor yang membuat lantai menjadi lembab dan munculnya rembesan air. Bocoran pipa dapat terjadi di pipa saluran air, pipa AC, pipa kamar mandi, dan lainnya. Pastikan pipa rumah dalam kondisi yang baik dan jika terjadi bocoran, segera perbaiki atau ganti pipanya.

4. Tanah yang Basah

Tanah yang basah juga bisa mengakibatkan rembesan air ke dalam rumah Anda. Terutama pada saat musim penghujan atau kelebihan penyiraman tanaman menyebabkan air bergerak seperti tanah yang tidak mampu menyerapnya. Pastikan drainase yang baik untuk mengatasi tanah yang basah.

5. Kelembapan di dalam Ruangan

Kelembapan juga dapat menyebabkan rembesan air di lantai. Akibat kondensasi udara yang berlebihan, terutama pada ruangan-ruangan tertutup seperti kamar mandi, dapur, dll. Pastikan sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan dan ventilasi yang cukup agar kelembapan tidak terjadi.

Penanganan Rembesan Air pada Konstruksi Lantai

Penanganan Rembesan Air pada Konstruksi Lantai

Jika terjadi rembesan air di lantai, Anda harus segera mengatasi masalah tersebut agar bangunan tidak mengalami kerusakan yang lebih parah. Selain itu, rembesan air pada lantai juga bisa mengganggu kenyamanan serta kebersihan di dalam rumah. Oleh karena itu, pada artikel ini akan dijelaskan cara mengatasi rembesan air di lantai yang harus Anda ketahui.

1. Identifikasi Penyebab Rembesan Air

Langkah awal dalam mengatasi rembesan air pada lantai adalah mengidentifikasi penyebabnya. Penyebab rembesan air di lantai bisa berasal dari berbagai faktor seperti air hujan yang masuk melalui atap yang bocor, saluran pembuangan yang tersumbat atau bocor, dan kondisi pondasi yang tidak solid.

Jika Anda mengalami masalah ini, segera periksa apakah saluran pembuangan air atau sistem sirkulasi air di rumah Anda bermasalah atau tidak. Pastikan juga bahwa struktur beton lantai Anda tidak terdapat retakan atau kebocoran yang dapat mengakibatkan rembesan air. Jika penyebabnya adalah kebocoran pipa, perlu segera diperbaiki dan alihkan air ke tempat lain sementara waktu.

2. Pilih Material Pelindung Lantai

Setelah mengetahui dan memperbaiki penyebab rembesan air, pilihlah material pelindung lantai untuk mencegah terjadinya kembali. Material pelindung lantai tersebut bisa berupa cat khusus atau waterproofing coating yang mampu menghalangi air agar tidak meresap ke dalam lantai.

Selain itu, gunakan bahan yang dapat memantulkan cahaya atau memantulkan panas yang ada di dalam ruangan. Hal ini akan membantu mencegah terjadinya kelembaban dan menjaga kebersihan di dalam rumah. Anda juga bisa memilih bahan keramik atau granit yang dapat menambah keindahan lantai sambil melindungi dari rembesan air. Jangan lupa untuk meminta saran dari ahli sebelum memilih material terbaik untuk lantai rumah Anda.

3. Cegah Terjadinya Rembesan Air Secara Berkala

Untuk mencegah terjadinya rembesan air di lantai secara berkala, pastikan untuk melakukan perawatan pada saluran pembuangan, atap, dan dinding rumah secara rutin. Jika terdapat kebocoran, segera perbaiki dengan segera, hal ini penting untuk menghindari air masuk ke dalam rumah. Selalu jaga kebersihan lingkungan dan lepaskan air dengan baik di segala situasi

Perawatan Teratur untuk Mencegah Rembesan Air

Perawatan Teratur untuk Mencegah Rembesan Air

Rembesan air di lantai keramik, atau lantai parket akan memang sangat meresahkan. Selain mengganggu tampilan rumah, rembesan air di lantai juga dapat membuat lantai licin dan memicu tumbuhnya jamur dan bakteri. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan perawatan teratur agar dapat mencegah rembesan air di lantai.

1. Cek Prinsip Penyelesaian Rembesan Air

Jika menemukan rembesan air di lantai, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pemeriksaan penggalian. Pastikan untuk memeriksa pipa air yang terhubung dengan rumah. Jika ada pipa yang bermasalah, segera perbaiki pipa tersebut supaya tidak menimbulkan rembesan air lagi.

2. Periksa Kebersihan Saluran Air

Ketika saluran air tersumbat, air menjadi tidak bisa mengalir dan mengakibatkan rembesan air di lantai. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa saluran air rumah selalu dalam kondisi yang bersih dan bebas dari kotoran. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan membersihkan saluran air secara berkala dengan menggunakan sebuah alat pembersih saluran air.

3. Perhatikan Kondisi Pipa Air dalam Rumah

Pipa air di dalam rumah juga membutuhkan perhatian agar tidak menimbulkan rembesan air di lantai. Periksa pipa air secara berkala apakah ada yang bocor atau rusak. Jika ditemukan pipa bocor atau rusak, segera perbaiki atau ganti pipa tersebut. Hal ini dapat membantu mencegah rembesan air di lantai.

4. Lakukan Perawatan terhadap Kondisi Lantai

Rembesan air di lantai dapat merusak kondisi lantai. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan perawatan terhadap lantai agar dapat terhindar dari rembesan air. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pembersihan lantai secara berkala agar tidak terdapat kotoran yang menempel di lantai.

5. Memasang Pengaman untuk Pipa Air

Terkadang, pipa air yang terletak di luar rumah dapat memantul dan memicu rembesan air di lantai. Untuk mengatasi hal ini, dapat memasang pengaman pipa air agar pipa air tetap dalam posisi yang stabil dan tidak mudah bergoyang. Hal ini dapat membantu mencegah rembesan air di lantai.

Pilihan Produk Pelapis Lantai Anti Rembesan Air

Pilihan Produk Pelapis Lantai

Untuk mengatasi hal ini, salah satu solusinya adalah dengan melapisi lantai dengan produk pelapis lantai anti rembesan air. Berikut ini adalah beberapa pilihan produk pelapis lantai anti rembesan air yang bisa dijadikan acuan dalam memilih produk.

1. Lantai Keramik Anti Rembesan Air

Pilihan pertama adalah dengan menggunakan lantai keramik anti rembesan air. Keramik anti rembesan air dapat digunakan untuk area dapur atau kamar mandi, yang biasanya sering terkena percikan air. Dengan teksturnya yang halus dan permukaan licin, membuat keramik anti rembesan air sangat mudah dibersihkan dan terhindar dari kerusakan akibat air.

2. Granit Anti Rembesan Air

Granit anti rembesan air juga menjadi pilihan untuk mengatasi masalah rembesan air pada lantai. Granit menjadi salah satu material pelapis lantai yang kuat dan tahan lama. Selain itu, granit juga memiliki tekstur yang alami dan berwarna yang beragam, sehingga cocok digunakan dalam berbagai desain ruang.

3. Vinil Anti Rembesan Air

Vinil anti rembesan air memiliki tekstur lembaran dan lebih fleksibel dibandingkan dengan keramik atau granit. Vinil ini biasanya digunakan pada area yang membutuhkan kebersihan ekstra, seperti ruang operasi di rumah sakit atau pada ruang makan. Vinil anti rembesan air dapat merekat pada dasar lantai atau dijual dalam bentuk roll.

4. Beton Polished Anti Rembesan Air

Untuk penggunaan di luar ruangan, beton polished anti rembesan air bisa menjadi pilihan yang efektif. Beton polished ini terbuat dari campuran semen, agregat, dan bahan tambahan lainnya, sehingga memiliki kekuatan yang baik dan tahan lama. Beton polished anti rembesan air juga mudah dalam perawatannya dan dapat dipadukan dengan berbagai jenis desain luar ruangan.

5. Epoxy Anti Rembesan Air

Nah, jika ingin memperoleh lantai yang lebih halus, maka epoxy anti rembesan air bisa menjadi pilihan yang tepat. Epoxy anti rembesan air terbuat dari campuran resin dan cat khusus dengan tekstur licin dan halus. Produk ini dapat diterapkan pada lantai basement atau ruang bawah tanah karena cenderung diafasilitasi dan tahan air.

6. Kaca Film Anti Rembesan Air

Terakhir, ada kaca film anti rembesan air yang biasa digunakan pada kaca jendela atau pintu kaca. Kaca film anti rembesan air ini terbuat dari bahan khusus yang dapat mengatur suhu dan sinar UV. Selain itu, kaca film ini juga memiliki ketahanan terhadap benda tajam atau goresan. Produk ini cocok digunakan pada kaca di banjir dan area dengan iklim lembab karena dapat menghindarkan pengapuran pada wajah kaca.

Pemasangan Drainase untuk Mengalirkan Air

Pemasangan Drainase untuk Mengalirkan Air

Jika rumah Anda sering mengalami rembesan air pada lantai, maka langkah yang harus diambil adalah dengan melakukan pemasangan drainase yang bisa mengalirkan air ke tempat yang lebih aman. Pemasangan drainase ini dapat dilakukan pada area sekitar rumah seperti halaman, taman, atau pekarangan rumah. Dengan pemasangan drainase yang tepat, maka air hujan atau rembesan air di lantai dapat diatasi dengan mudah.

1. Rencanakan Lokasi

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam pemasangan drainase adalah merencanakan lokasi dimana drainase akan diletakkan. Anda dapat memilih untuk membuat saluran drainase di sekitar rumah, area halaman, atau taman. Pastikan untuk merencanakan secara detail, mulai dari titik awal drainase hingga titik akhirnya.

2. Pilih Jenis Bahan

Selanjutnya, pilihlah jenis bahan yang digunakan untuk membuat drainase. Anda bisa memilih antara beton, pvc, atau campuran bahan. Pastikan untuk memilih bahan yang berkualitas untuk memastikan kekuatan drainase serta daya tahannya terhadap air hujan dan rembesan yang akan melewati.

3. Tentukan Ukuran

Tentukan pula ukuran dan dimensi drainase sesuai dengan rencana awal. Pastikan ukuran sesuai dengan volume air yang akan mengalir, sehingga drainase dapat berfungsi dengan maksimal dalam mengalirkan air. Ukuran drainase juga harus disesuaikan dengan dimensi area di sekitar rumah, untuk memastikan drainase memiliki ruang gerak yang memadai.

4. Lakukan Penggalian

Langkah selanjutnya adalah melakukan penggalian untuk membuat saluran drainase. Lakukan penggalian dengan hati-hati, pastikan saluran drainase dibuat sedalam beberapa sentimeter dari permukaan tanah, sehingga air dapat mengalir dengan lancar ke saluran drainase. Jangan lupa untuk membersihkan sisa-sisa penggalian dari tanah yang tergali dalam proses ini.

5. Pasang Rangkaian Pipa

Tambahkan pipa untuk menghubungkan saluran drainase yang telah digali. Pastikan pipa terpasang dengan baik dan kencang agar tidak terjadi kebocoran. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan jarak antar pipa agar drainase dapat berfungsi dengan optimal dan menyalurkan air secara maksimal.

6. Tutup dengan Beton Bertulang

Setelah memasang pipa, tutup saluran drainase dengan beton bertulang. Pastikan beton bertulang yang Anda gunakan berkualitas dan tahan lama. Selain itu, pastikan ketebalan beton yang digunakan juga sesuai dengan volume air yang akan mengalir sehingga drainase dapat berfungsi dengan baik.

7. Uji Coba

Setelah menyelesaikan pemasangan drainase, lakukan uji coba untuk memastikan drainase berfungsi dengan baik dan mampu mengalirkan air dengan lancar. Uji coba dapat dilakukan dengan memeriksa apakah air hujan atau rembesan air di lantai dapat tertampung dengan baik oleh drainase yang telah dipasang.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, kita bisa simpulkan bahwa rembesan air di lantai adalah masalah yang sangat meresahkan. Namun, ternyata ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Pertama, pastikan bahwa pipa dan selokan tidak tersumbat. Kedua, gunakan bahan kimia atau obat pembersih khusus untuk menghilangkan bau dan kuman yang mungkin muncul akibat rembesan. Terakhir, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan secara berkala dan mengatasi masalah segera sebelum semakin parah.

Dengan melakukan tindakan pencegahan dan perawatan yang tepat, kita dapat menjaga lantai rumah kita tetap kering dan sehat. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat bagi pembaca. Terima kasih telah membaca artikel ini.

Bagikan: